Bagaimana matahari terbit·terbenam dihitung

Prinsip perhitungan astronomi untuk mendapatkan waktu matahari terbit·terbenam hanya dari lintang·bujur dan tanggal.

Berawal dari posisi matahari

Waktu matahari terbit·terbenam dihitung dengan menentukan di posisi mana matahari berada di langit pada tanggal tertentu. Dari orbit revolusi Bumi dan kemiringan sumbu rotasinya, terlebih dahulu dihitung asensio rekta·deklinasi matahari.

Sudut jam dan tengah hari

Dengan lintang lokasi pengamatan dan deklinasi matahari, dihitung 'sudut jam' saat matahari mencapai ketinggian tertentu (matahari terbit sekitar −0,833°). Berdasarkan waktu tengah hari saat matahari tepat di selatan, sebesar sudut jam ke depan adalah terbit, ke belakang adalah terbenam.

  • −0,833°: ketinggian acuan terbit·terbenam yang memperhitungkan refraksi atmosfer dan radius matahari
  • −6·−12·−18°: acuan senja sipil·nautika·astronomis

Akurasi

Selain di wilayah kutub, cara ini akurat dengan galat dalam ±1 menit. Kalkulator ini mengimplementasikan algoritma NOAA·Meeus apa adanya dan menghitung di peramban.

Di wilayah berlintang sangat tinggi, pada tanggal tertentu matahari bisa sama sekali tidak terbit (malam kutub) atau tidak terbenam (siang kutub).
SebelumnyaPanduan fotografi magic hour
← Ke daftar panduan